Senin, 23 Januari 2017

Apa itu Air Ion Perak ?? || 0822.3265.1006

Air Ion Perak atau Ionic Silver Water ( Ag+ )  merupakan larutan yang mengandung  ion dan koloid perak murni (Ag+) 99,99%, yang dibuat dengan proses elektrolisasi arus listrik positif di dalam media air suling atau aquadest.
Dalam proses elektrolisasi ini atom perak akan melepaskan elektron ion perak yang secara aktif dapat melawan infeksi bakteri, virus dan mikroba lainnya. Satu jenis obat atau antibiotik biasanya hanya efektif terhadap 6-7 jenis mikroba saja. Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa partikel perak efektif terhadap lebih dari 650 jenis bakteri, virus, kuman dan jamur penyebab penyakit tanpa efek resisten dan efek samping lainnya.
Ionic silver water dibuat dengan teliti menggunakan listrik arus searah voltase rendah konstan (Low Direct Current Voltage - Constant Current) dan kutub bolak-balik (reversing polarity) sehingga menjamin terbentuknya partikal koloid dan ion perak dengan ukuran terkecil.



  • Partikel dan ion perak dengan diameter 0,0003 – 0.05 mikron yang dalam bentuk aslinya tidak terikat dengan elemen lain, terlarut dalam air suling murni, tidak mengandung protein, garam dan unsur lainnya. Terbentuk melalui proses elektromagnetik penarikan partikel perak dari batangan perak murni ke dalam air suling. Diklasifikasikan sebagai antibiotik alami, supplemen alami dan disinfektan antiseptik.
  • Memiliki spektrum aplikasi yang luas sehingga dapat digunakan secara oral (diminum), topical (diolesi di kulit), di bagian tubuh manapun, termasuk pada mata.
  • Air ion perak berbentuk bening, sedikit pahit, tidak berbau, tidak mengandungi zat beracun, tidak mengandung alcohol dan zat atau mineral tambahan lainnya.
  • Air ion perak adalah antibiotik alami kuat yang efektif melawan bakteri, kuman, virus dan jamur. Dapat melindungi tubuh manusia dari berbagai infeksi dan memicu pertumbuhan sel baru. Dapat mengatasi berbagai masalah kulit seperti luka potong, luka terbakar, luka terkena air panas, bisul, ruam kulit, gatal dan kulit kemerahan, pengendali ketombe, dan jerawat serta gigitan serangga.




Sejarah penggunaan perak

Perak telah digunakan sebagai obat dan pelindung tubuh dari penyakit selama ribuan tahun. Setelah penemuan antibiotik yang lebih murah pada akhir 1930 an, perak seakan terlupakan. Meski tidak benar-benar ditinggalkan sebagai bahan obatan, penggunaan perak di dunia farmasi terbatas pada aplikasi topical untuk pengobatan luka bakar dan disinfektan. Pada masa Yunani kuno , Roma, Phoenicia dan Macedonia, perak telah digunakan secara ekstensif untuk mengendalikan infeksi dan penyakit. Tempat makananan dan minuman berbahan perak, dipercaya dapat memberikan perlindungan dan kekebalan alami bagi tubuh pemakainya. Makanan yang disimpan dalam wadah perak juga lebih awet dari pembusukan yang disebabkan oleh bakteri.
Hippocrates, yang dikenal sebagai bapak ahli kesehatan, sangat terkesan dengan manfaat perak untuk pengobatan. Dia meyakini bahwa perak dapat menyembuhkan  luka dan berbagai penyakit. Pada tahun 69 sebelum masehi perak nitrat tercantum dalam farmakope kontemporer sebagai anti-microbial. Beberapa ribu tahun kemudian (1897) dokter di Amerika mulai menggunakan cairan perak nitrat  untuk mencegah kebutaan. Di banyak negara, metode ini  masih digunakan hingga kini.
Di Amerika dalam periode 1900-1942, perak merupakan obat yang sangat diandalkan dalam melawan infeksi. Menurut American Medical Association terdapat lebih dari 96 jenis aplikasi perak yang digunakan dalam obat-obatan. Pada awalnya, perak digunakan terutama untuk melawan bakteri. Namun beberapa dekade kemudian juga diketahui  sangat efektif terhadap infeksi jamur, virus dan berbagai jenis  parasit. Pada tahun 1942, penemuan dan penggunaan antibiotic mengurangi penggunaan bahan perak sebagai obat-obatan. Saat itu, antibiotik dianggap sebagai obat ajaib yang murah dan manjur serta diproduksi secara masal oleh perusahaan farmasi.
Namun beberapa dekade kemudian, dunia kesehatan menemukan bahwa fakta penting tentang antibiotik:

  • Antibiotik tidak dapat mengendalikan virus seperti HIV.
  • Penggunaan antibiotik berlebihan dapat memicu masalah baru, yakni pertumbuhan jamur di usus yang sangat cepat.
  • Penggunaan antibiotic juga dapat menyebabkan bakteri kebal atau resisten terhadap antibiotic, sehingga muncul persoalan baru yang lebih serius seperti MRSA yang banyak merenggut nyawa di Amerika Serikat.

Sebagaimana diberitakan Newsweek, pada 1992, sebanyak 13.000 pasien meninggal akibat kuman yang kebal terhadap obat antibiotik. Setahun kemudian, angka ini meningkat  ke 70.000. Pada tahun 1994, pusat pengendalian penyakit melihat masalah ini sebagai ancaman  nomor satu masalah di bidang kesehatan.
Untungnya, para peneliti yang bekerja pada generasi perak nutraceuticals, yang juga menarik beberapa pemikiran yang terbaik dalam masyarakat medis. Dr Harry Margraf St Louis menemukan bahwa, “Perak adalah alternatif terbaik untuk melawan  semua jenis kuman.” Beliau adalah seorang dokter penulis untuk ilmu  pengetahuan di bidang obat-obatan , melaporkan bahwa  ketika antibiotik hanya dapat membasmi hingga 7 jenis bakteri, ion dan koloid perak dapat melawan lebih dari 650 jenis bakteri.
Sejauh ini, telah terbukti tidak ada kuman tahan terhadap perak . Ilmuwan Zhao Stevens setuju dengan adanya berita baik  ini, “Dengan kebangkitan bakteri yang tahan   antibiotic  , perak kembali muncul sebagai obat modern, karena semua organisme patogen telah gagal mengembangkan imunitas terhadap perak. ”
Beberapa fakta tentang  perak :

  • Bangsa Yunani menggunakan wadah perak untuk menyimpan air dan cairan lainnya agar senantiasa segar dan awet.
  • Bangsa Romawi menyimpan anggur dalam wadah perak urns untuk mencegah kerugian.
  • Penggunaan perak disebutkan dalam tulisan-tulisan Mesir kuno.
  • Secara khusus, kaya disimpan dan mereka makan makanan dari perak kapal untuk tetap tumbuh dari bakteri.
  • Kekaisaran China menggunakan perak sebagai alat makan seperti sumpit.
  • Para penjelajah Amerika Barat menemukan bahwa jika mereka menempatkan koin perak atau tembaga dalam wadah air minum, maka air tetap aman dari bakteri, algae, dll. Koin perak juga dimasukkan ke dalam susu untuk menjaga kesegarannya.
  • Perakdigunakan untuk memerangi infeksi di luka berkelanjutan oleh pasukan selama Perang Dunia I.
  • Sebelum penemuan antibiotik, koloida Perak telah digunakan secara luas di rumah sakit dan telah dikenal sebagai bactericide setidaknya selama 1200 tahun.
  • Dalam pengobatan tradisional india ayurveda, perak digunakan dalam jumlah kecil sebagai tonik.


Apa Kata Ahli?


“Sesuatu yang berlebihan memiliki konsekuensi. Bahan umum seperti garam dan aspirin tidak berbahaya pada penggunaan normal, tapi jika berlebihan dapat membahayakan. Dengan penggunaan yang benar dan sesuai saran, supplemen perak tidak berbahaya bagi manusia.”

“Unsur perak terdapat dalam tubuh manusia secara alami. Setiap hari 70 hingga 88 mikrogram perak masuk ke dalam tubuh. Tubuh manusia mengeluarkan perak dengan efisien melalui ekskresi. Apakah perak berbahaya? Tidak seperti timah dan air raksa, perak tidak meracuni tubuh dan tidak menyebabkan kanker, kerusakan reproduksi, saraf atau efek samping yang merugikan.”

“Semua organisme yang kami uji sensitive terhadap ion perak, termasuk yang resisten terhadap antibiotik... Tidak terlihat satu kasus pun yang menunjukkan efek samping yang tidak diinginkan dari pengujian menggunakan perak”
Share Jika Bermanfaat .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar